Minggu Palma
Pada hari Minggu Palma, Yesus Kristus masuk dengan dielu-elukan ke Yerusalem ketika para pengikut-Nya melambai-lambaikan daun palem dan meletakkan jubah di jalan-Nya. Mereka mengelilingi Yesus dengan kasih dan pujian, berteriak “Hosana”—sebuah frasa yang berarti “tolong selamatkan kami.” Banyak dari pengikut Yesus mengharapkan Dia untuk menyelamatkan mereka dari pemerintahan Romawi, namun gol-gol-Nya lebih kekal. Yesus datang ke bumi bukan untuk menyediakan pembebasan politis melainkan untuk menyelamatkan seluruh umat manusia dari dosa dan kematian.
Baca dan Renungkan
Bagaimana Anda dapat berupaya untuk mengikuti Yesus Kristus setiap hari?
Matius 21:1–11
Lukas 19:29–44
Senin
Selama waktu Yesus di Yerusalem, Dia mengunjungi bait suci. Di sana, di dalam rumah Bapa-Nya, Yesus melihat berbagai pedagang berbisnis. Yesus terkejut melihat tempat peribadatan dicemari dan dijadikan “sarang penyamun” (Markus 11:17). Berbicara dengan wewenang yang jelas, Dia memerintahkan para pedagang dan penukar uang untuk pergi.
Baca dan Renungkan
Bagaimana Anda dapat membersihakan hati dan pikiran Anda sendiri untuk mempersiapkan diri Anda untuk mendengarkan ajaran-ajaran Yesus?
Markus 11:15–18
Selasa
Di Yerusalem, Yesus dikelilingi oleh para pendukung dan juga pengkritik. Sebagai Guru Agung, Dia tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk membagikan kebenaran kekal. Selama minggu terakhir kehidupan-Nya, Dia membagikan beberapa ajaran-Nya yang paling langgeng. Tetapi firman-Nya tidak hanya ditujukan untuk orang-orang di masa itu. Ajaran-ajaran-Nya selama seluruh pemberian pelayanan-Nya dapat memberkati kehidupan kita juga. Saksikan beberapa dari perumpamaan-Nya di bawah ini.
Baca dan Renungkan
Bagaimana Anda dapat menerapkan pelajaran-pelajaran tulisan suci dalam kehidupan Anda sendiri?
Matius 22:36–40
Matius 25:34–45
Wednesday
Selama kehidupan-Nya di bumi, Yesus Kristus mengajarkan pentingnya mengasihi Allah dan orang lain.
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah perintah yang terutama dan yang pertama. Perintah yang kedua, yang sama dengan itu ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” —Matius 22:37–39
Yesus mengajarkan bahwa kasih kepada Allah dan sesama adalah landasan Injil-Nya. Menjelang akhir pemberian pelayanan-Nya, Dia memperluas ajaran ini ketika Dia mengajarkan: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi. Sama seperti Aku telah mengasihi kamu .... Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, jikalau kamu saling mengasihi” (Yohanes 13:34–35). Ketika kita memiliki kasih bagi satu sama lain, adalah lebih mudah untuk menjadi seperti Yesus—kita menjadi lebih sabar, pemaaf, dan memiliki rasa iba terhadap orang-orang di sekitar kita.
Baca dan Renungkan
Bagaimana kasih kepada Allah Anda membantu Anda mengasihi dan melayani orang lain?
Yohanes 15:9–12
Matius 22:34–40
Kamis
Yesus menguduskan hari libur sakral Paskah bersama para Rasulnya. Dia melaksanakan tata cara sakral sakramen, di mana para murid-Nya diundang untuk makan dan minum sebagai ingatan akan Dia. Dia mengajarkan kepada mereka tentang kuasa yang menghibur dari Roh Kudus. Dan, mengetahui bahwa waktu-Nya bersama mereka akan segera berakhir, Dia memerintahkan mereka untuk saling mengasihi seperti Dia telah mengasihi mereka. Kasih itu, Dia berfirman, akan menjadi tanda bagi orang lain bahwa mereka adalah para murid-Nya.
Setelah apa yang sering dirujuk sebagai Perjamuan Malam Terakhir, Yesus meminta para Rasul-Nya untuk mengikuti Dia sepanjang malam ke taman sunyi bernama Getsemani. Meskipun Guru mereka meminta mereka untuk tetap berjaga bersama-Nya, para murid yang kelelahan itu tertidur. Sendirian, Yesus mulai berdoa dan segera diliputi dengan kepedihan yang tak terkatakan. Di taman itu, Dia memulai proses mengambil ke atas Diri-Nya dosa-dosa dan rasa sakit dunia. Itu adalah awal dari tindakan pengurbanan yang akan mencapai konklusi akhir di hari berikutnya di kayu salib di Golgota.
Kemudian malam itu, Yudas Iskariot mengkhianati Juruselamat kepada pihak berwenang setempat, yang menangkap Yesus dan membawa-Nya ke rumah Kayafas, imam besar. Di sana, Yesus akan menunggu pengadilan-Nya hingga keesokan paginya.
Baca dan Renungkan
Yesus melaksanakan sakramen agar kita akan selalu mengingat Dia dan pengurbanan-Nya. Bagaimana Anda dapat menghormati dan mengingat Dia setiap hari?
Lukas 22:14–20, 39–54
Matius 26:36–57
Jumat Agung
Setelah serangkaian persidangan sepihak, Yesus Kristus dijatuhi hukuman mati dengan penyaliban. Para tentara Romawi mencemooh-Nya dan mencambuki-Nya dan memaku-Nya di atas kayu salib. Tetapi alih-alih mengutuk mereka, Yesus Kristus memohon kepada Bapa-Nya untuk “[mengampuni] mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34). Bahkan pada momen tergelap-Nya, Yesus berbicara tentang kasih dan penebusan. Dengan napas terakhirnya, Yesus berkata kepada Bapa-Nya. “Sudah selesai,” kata-Nya (Yohanes 19:30). Sebuah kesaksian yang tidak terduga datang dari seorang perwira Romawi dan mereka yang ada bersamanya: “Sungguh, Orang ini Anak Allah” (Matius 27:54). Kenyataannya saat ini sama menakjubkannya dengan dahulu.
Baca dan Renungkan
Yesus Kristus adalah teladan terbesar pengampunan. Bagaimana Anda dapat menjadi lebih mengampuni diri Anda sendiri dan orang lain dalam kehidupan Anda?
Matius 26:59–75
Matius 27:1–61
Sabtu
Sulit untuk membayangkan kepedihan yang para pengikut Yesus Kristus pasti rasakan di hari setelah kematian-Nya. Di malam sebelumnya, tubuh-Nya telah dipersiapkan dan ditempatkan di taman makam dengan penuh kasih. Kini mereka ditinggalkan untuk memikirkan bagaimana kehidupan harus tetap berjalan tanpa Dia. Hampir pasti kematian-Nya telah merenggut sesuatu dari mereka, tetapi apa yang telah hilang dari mereka tidaklah sebanding dengan semua yang kehidupan-Nya telah berikan. Terlepas mereka memahaminya atau tidak, Yesus Kristus telah membuka jalan baru ke depan bagi semua yang ingin mengikuti-Nya, jalan yang diterangi oleh harapan yang bersinar lebih terang dari kegelapan mana pun yang mungkin kita hadapi.
Baca dan Renungkan
Kapan Yesus telah menolong Anda menemukan penghiburan selama masa-masa sulit?
Yohanes 14:15–16, 26–27
Matius 27:55–61
Minggu Paskah
Pagi-pagi sekali, Maria Magdalena, seorang teman dan pengikut Yesus, datang ke makam untuk mengurus tubuh Yesus Kristus. Yang membuatnya heran, dia menemukan makam itu kosong. Kemudian, ketika dia menangis di luar makam, seorang pria menyapanya—penunggu taman, pikirnya. Tetapi kemudian Dia memanggil namanya: “Maria.” Dan dia melihat. Itu adalah Yesus Kristus, hidup lagi. Pengetahuan ini terlalu menakjubkan untuk disimpan. Imannya mendorong dia untuk berlari cepat dengan sukacita ketika dia berlari untuk memberi tahu yang lainnya.
Itu adalah kesaksian yang masih mendorong orang-orang dewasa ini. Anda dapat mengetahui sebagaimana dia mengetahui Yesus Kristus hidup. Karena Dia, setiap orang akan hidup lagi. Jika kita mengikuti Kristus, kita dapat menemukan kebahagiaan di bumi—dan menantikan sukacita kekal di kehidupan yang akan datang.
Terima kasih telah mengikuti kami sepanjang Minggu Sakral. Sewaktu Anda membaca ayat-ayat di bawah ini, pikirkan semua yang telah Anda pelajari minggu ini.
Baca dan Renungkan
Apa perasaan yang Anda alami ketika Anda memikirkan tentang Kebangkitan Yesus Kristus?
Yohanes 20:1–18
1 Korintus 15:20–22