Pesan Pemimpin Area (Januari 2022)

Saat Ini di Masa Ini

“Kita berupaya untuk mengumpulkan anak-anak Allah agar Dia dapat memberkati mereka. Kita ingin melakukan demikian dalam suatu cara di mana setiap orang merasa disambut, dihargai, dan dikasihi. Begitu banyak teman kita, baik di dalam dan di luar Gereja, memerlukan bantuan.”

Penatua David P. Homer
Penatua David P. Homer Presiden Area Asia

Sebuah kisah Perjanjian lama menceritakan suatu saat ketika Tuhan mencelikkan mata hamba Elisa sehingga dia dapat melihat segala sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dilihatnya. Di saat krisis, ketika musuh-musuh yang kejam mengepung mereka, si bujang melihat bahwa Tuhan melindungi mereka karena “gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.”[1]  

 

Kisah ini mengajarkan bahwa terkadang kita memerlukan bantuan untuk melihat hal-hal yang sebaliknya mungkin tidak kita lihat. Mungkin demikian halnya dengan pandemi. Ada begitu banyak rasa sakit dan begitu banyak penderitaan sehingga sulit untuk melihat banyak yang lainnya. Namun jika kita membuka mata rohani kita, kita melihat jauh lebih banyak.

 

Kita melihat bahwa Tuhan mengetahui jauh sebelum pandemi dengan penyesuaian-penyesuaian yang terilhami seperti pemelajaran Injil yang dipusatkan di rumah, pembuatan kurikulum penelaahan yang terintegrasi, dan penerapan program Anak dan Remaja. Dengan mata rohani, kita melihat bahwa Tuhan telah mengajari kita cara-cara baru untuk melakukan pekerjaan misionaris dan pemberian pelayanan kepada satu sama lain.

 

Jika kita melihat dengan saksama, kita melihat bahwa ini merupakan saat yang unik dalam sejarah dan kesempatan untuk menjawab seruan kenabian Presiden Nelson untuk mengumpulkan Israel yang tercerai-berai.  

 

Mengumpulkan Israel di mana semua merasa dikasihi dan membangun iman kepada Yesus Kristus

 

Presiden Nelson telah mengajarkan “Pengumpulan Israel adalah hal paling penting yang terjadi di bumi sekarang. Tidak ada yang lain yang sebanding dalam besarnya,” tuturnya, “tidak ada yang lain yang lebih penting, tidak ada yang lain yang lebih agung.”[2]

 

Kita berupaya untuk mengumpulkan anak-anak Allah agar Dia dapat memberkati mereka. Kita ingin melakukan demikian dalam suatu cara di mana setiap orang merasa disambut, dihargai, dan dikasihi. Begitu banyak teman kita, baik di dalam dan di luar Gereja, memerlukan bantuan. Beberapa telah kehilangan orang terkasih; yang lain telah kehilangan pekerjaan. Beberapa telah mengungsi; sementara yang lain telah terputus dari teman-teman dan iman mereka. Semua memerlukan berkat yang datang dari memperkuat iman mereka kepada Yesus Kristus.  

 

Presiden Nelson mengajarkan, “Setiap anak Allah layak atas kesempatan untuk mendengar dan menerima pesan Yesus Kristus yang menyembuhkan dan menebus. Tidak ada pesan lain yang lebih vital bagi kebahagiaan kita—kini dan selamanya. Tidak ada pesan lain yang lebih penuh dengan harapan.”[3]  

 


“Setiap anak Allah layak atas kesempatan untuk mendengar dan menerima pesan Yesus Kristus yang menyembuhkan dan menebus. Tidak ada pesan lain yang lebih vital bagi kebahagiaan kita—kini dan selamanya. Tidak ada pesan lain yang lebih penuh dengan harapan.”

Presiden Russell M. Nelson

Bagaimana kita melakukannya?

 

Anda mungkin bertanya “bagaimana kita dapat melakukan ini dengan paling baik?” Jawaban terhadap pertanyaan itu akan datang sewaktu setiap Dewan, setiap presidensi, setiap kuorum, setiap kelas, setiap anggota, dan setiap misionaris dengan penuh doa memikirkan apa yang dapat mereka lakukan untuk mengumpulkan Israel.

 

Beberapa tahun lalu, saya bepergian dengan kelompok kecil ke Pusat Ruang Angkasa Kennedy di Amerika Serikat. Di sana, para ilmuwan dan insinyur dari berbagai negara tengah bersiap untuk meluncurkan komponen-komponen dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional. Saya ingat berjalan di bawah lambung pesawat ulang-alik yang berdiri diam, melihat dengan hati-hati pada ubin unik yang dirancang untuk mengelola panas yang intens saat masuk kembali ke atmosfer bumi.

Dan saya ingat mengunjungi hanggar-hanggar besar di mana tim orang-orang dari negara-negara sponsor menyiapkan bagian-bagian individu dari stasiun luar angkasa untuk digunakan. Sewaktu kami memasuki setiap ruang kerja, setiap tim menjelaskan mengapa bagian dari misi mereka amat penting. Mereka paham bahwa tanpa kontribusi mereka, proyek itu akan gagal. Dan, bagi mereka, kegagalan bukanlah opsi.

Adalah sama dengan kita. Kita masing-masing memainkan peranan penting sewaktu Tuhan mempergegas pekerjaan-Nya.[4]

Saat Ini di Masa Ini

Pergi dan bangunlah kapal Anda

 

Nabi Nefi pernah mencari bimbingan dari Tuhan perihal pemberian pelayanannya. Dia diperintahkan untuk membangun sebuah kapal agar Tuhan dapat membawa keluarganya menyeberangi perairan besar ke tanah terjanjikan. Nefi tidak tahu cara membangun kapal, namun itu tidak menghentikannya. Kakak-kakaknya menyebutnya bodoh, namun Nefi menjalankan iman yang besar dengan mengatakan “Jika Allah telah memerintahkanku untuk melakukan segala sesuatu, aku dapat melakukannya.”[5]

 

Karena itu, Nefi “pergi ke gunung, dan [dia] sering berdoa.”[6]  “Dan Tuhan memperlihatkan kepada[nya] dari waktu ke waktu menurut cara apa [dia] hendaknya mengerjakan kayu-kayu kapan itu.”[7]  Dan Nefi “tidak mengerjakan kayu-kayu itu menurut cara yang dipelajari oleh manusia, tidak juga [dia] membangun kapal menurut cara manusia … tetapi [dia] membangunnya menurut cara yang telah Tuhan perlihatkan kepada[nya].”[8]

 

Hasilnya adalah sebuah kapal yang secara unik dirancang untuk sesuai dengan keadaan. Kapal itu mungkin tidak dibangun seperti kapal lain, namun itu berhasil membawa Nefi dan keluarganya ke tanah terjanjikan. 

 

Saudara-saudara, sewaktu Anda dengan penuh doa mencari bimbingan Tuhan, Dia akan menyediakan arahan yang Anda butuhkan. Sementara Anda mungkin menghadapi skeptis, dan solusi Anda mungkin berbeda dengan orang lain, Dia akan membantu Anda membangun solusi yang Anda perlukan. Pada momen yang unik ini, saya mengundang Anda untuk melakukan bagian Anda untuk membantu mengumpulkan Israel yang tercerai-berai dengan aman ke tanah terjanjikan agar mereka dapat dikasihi dan membangun iman mereka kepada Yesus Kristus.

 


[1] 2 Raja-Raja 6:16-17

[2] Presiden Russell M. Nelson, Yang Jadi Harapan Israel, 3 Juni 2018

[3] Presiden Russell M. Nelson, Kristus Telah Bangkit; Iman kepada-Nya Akan Memindahkan Gunung, Konferensi Umum April 2021

[4] Lihat I Korintus 12:20-26

[5] Lihat 1 Nefi 17:50

[6] Lihat 1 Nefi 18:3

[7] Lihat 1 Nefi 18:1

[8] Lihat 1 Nefi 18:2