Pesan Kepemimpinan Area Asia (Januari 2026)

Menemukan Tujuan dan Makna dalam Kehidupan Kita

Penatua John Gutty
Penatua John Gutty Tujuh Puluh Area, Area Asia

Dalam kehidupan prafana sebagai anak-anak roh, kita membuat keputusan dalam sebuah dewan surgawi untuk mengikuti rencana Bapa Surgawi. Kita diberi seorang Juruselamat, Yesus Kristus, yang pendamaian-Nya akan menyediakan kebangkitan bagi semua. Kita selamanya berutang kepada Yesus Kristus, Juruselamat dan Penebus kita. Banyak anak roh yang mendukung Setan dan rencananya, dan mereka disingkirkan dari hadirat Allah.  Di zaman kita, Setan terus menuntun para pengikutnya ke dalam dosa.

Perintah pertama yang diberikan kepada Adam dan Hawa adalah untuk beranak-cucu dan bertambah banyak. (Kejadian 1:28, Abraham 4:28.) Memperoleh tubuh jasmani merupakan bagian penting dari rencana Allah serta memungkinkan kita maju dan menemukan makna dalam kehidupan kita. Memiliki dan membesarkan keluarga dapat menjadi tantangan pada saat-saat tertentu tetapi merupakan sumber daya pemelajaran ilahi dan kepuasan.

Bapa Surgawi menginginkan semua anak-Nya memperoleh sukacita dalam kehidupan mereka. Rencana keselamatan menyediakan cara yang sempurna untuk kebahagiaan. Dalam Musa 5:11, Hawa dengan gembira menyatakan, “Seandainya bukan karena pelanggaran kita, kita tidak pernah akan memiliki benih keturunan, dan tidak pernah akan tahu yang baik dan yang jahat, dan sukacita penebusan kita, dan kehidupan kekal yang Allah berikan kepada semua yang patuh.” Di dunia dewasa ini, kebahagiaan kerap disalahartikan. Injil Yesus Kristus membukakan perspektif yang lebih jelas.


“Tidak ada yang akan lebih membantu Anda berpegang erat pada batang besi selain beribadat di bait suci secara teratur sebagaimana keadaan Anda memungkinkan.”

Presiden Russell M. Nelson

Sementara teknologi telah maju melampaui apa yang dapat dibayangkan oleh siapa pun, banyak orang merasa mengalami disorientasi karena kemajuan ini. Sebagian individu secara berlebihan menggunakan teknologi serta mengabaikan apa yang lebih penting, seperti keluarga dan kerohanian. Istilah kebahagiaan kerap digunakan, tetapi itu tampaknya telah kehilangan maknanya. Sementara banyak orang percaya bahwa kekayaan menentukan kebahagiaan, kita tahu bahwa sukacita sejati datang dari kasih dan hidup saleh.

Sementara menelaah sejumlah data ekonomi, saya membaca bahwa orang kerap mengalami peningkatan kebahagiaan ketika mereka terlibat dalam kegiatan kelompok. Mereka berbincang bersama, saling membantu, dan menikmati kebersamaan. Saya menyadari bahwa kepuasan dan kedamaian pikiran bergantung pada fokus kesalehan seseorang dan hasrat untuk menyertakan orang lain. Bagi saya, itu merupakan suatu “upaya keluarga” yang membutuhkan partisipasi semua orang.

Mengembangkan perspektif kekal akan mentransformasi kehidupan kita dan membawa kita lebih dekat kepada Allah. Terkadang individu hanya memperhatikan memupuk kekayaan duniawi. Dalam kehidupan kita, kita hendaknya memprioritaskan membangun kekayaan rohani untuk kehidupan ini dan kehidupan kita berikutnya. Merangkul perspektif kekal akan mentransformasi hidup kita dan membawa kita lebih dekat kepada Allah. Juruselamat mengajarkan bahwa kita  hendaknya tidak mengumpulkan harta di bumi melainkan mengumpulkan harta di surga. (Matius 6:19–21)

Menemukan Tujuan dan Makna dalam Kehidupan Kita

Dalam kehidupan saya, kebahagiaan bukanlah sekadar mengenai kehidupan di bumi melainkan terlebih penting menyangkut memiliki pandangan kekal dan terhubung dengan sesuatu yang lebih besar. Saya percaya bahwa kebahagiaan dimaksudkan untuk menuntun kita ke gol lebih tinggi untuk mengikuti nasihat Tuhan. Dari perkataan para nabi kita dan Tuhan, kita belajar untuk memahami rencana kebahagiaan dan, sebagai hasilnya, mengalami sukacita yang lebih besar. Ketika kehidupan kita berpusat pada Yesus Kristus dan ajaran-ajaran-Nya, sukacita kita meningkat. Pertimbangkan kehidupan yang mungkin telah Anda pengaruhi karena tindakan dan cara hidup Anda. Kita harus memotivasi dan mengimbau orang lain untuk datang kepada Yesus Kristus untuk memahami tujuan Allah serta kasih-Nya bagi semua orang. Kita adalah sarana yang melaluinya rencana sukacita Allah dapat tersebar kepada keluarga, teman, dan sesama kita.

Ketika keluarga kami pergi bersama-sama ke Bait Suci Bangkok Thailand tahun ini, saya memperoleh pemahaman yang lebih kuat bahwa menemukan tujuan dan kedamaian dalam kehidupan kita berkaitan langsung dengan hubungan kita kepada Juruselamat kita. Di bait suci, saya merasakan bahwa kasih dan sukacita tulus akan membimbing keluarga kami untuk menemukan tujuan kekal kami. Berada di dalam bait suci bersama keluarga saya merupakan salah satu saat paling berkesan dan rohani dalam kehidupan saya. Saat kami melakukan tata cara bait suci, kami dapat merasakan kasih Tuhan. Presiden Nelson menyatakan, “Tidak ada yang akan lebih membantu Anda berpegang erat pada batang besi selain beribadat di bait suci secara teratur sebagaimana keadaan Anda memungkinkan.” (“Bersukacita dalam Karunia Kunci-Kunci Imamat,” Liahona, Mei 2024, 122).  Untuk mencapai rencana kebahagiaan Allah dan untuk menepati perjanjian bait suci kita, kita harus menggunakan waktu dan kemampuan kita untuk membangun Kerajaan Allah yang akan memungkinkan kita memasuki Kerajaan kekal-Nya.

Saya memiliki kesaksian bahwa Yesus Kristus adalah Penebus dan Juruselamat dunia ini serta satu-satunya Putra Allah. Kita diselamatkan melalui Dia.