Adalah mengilhami untuk melihat betapa banyak orang di dalam tulisan suci dapat mengakses kuasa penyembuhan Yesus Kristus. Berulang kali, mukjizat terjadi sewaktu orang-orang datang mendekat kepada Juruselamat dan menjalankan iman kepada-Nya. Dalam Markus 5:25–34, seorang perempuan yang menderita pendarahan selama bertahun-tahun menjamah jumbai jubah Yesus dan sembuh. Yesus berfirman kepadanya, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Demikian pula, dalam Markus 10:46–52, ketika seorang buta mengetahui bahwa Yesus berada di dekatnya, dia berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Setelah memberinya penglihatan, Juruselamat menyatakan, “Pergilah; imanmu telah menyelamatkan engkau!” Kisah-kisah ini dengan jelas mengajarkan bahwa iman kepada Yesus Kristus adalah esensial untuk menerima kuasa penyembuhan-Nya.
Yesus tidak lagi secara fisik berjalan di antara kita di bumi. Bagaimana kita dapat datang mendekat kepada-Nya saat ini dan mengakses kuasa Pendamaian-Nya? Kitab Mormon mengajarkan dalam Alma 7:21 bahwa “tidak juga dapat kekotoran atau apa pun yang tidak bersih diterima ke dalam kerajaan Allah.” Ini mengingatkan kita bahwa kita harus membuat keputusan secara sadar untuk berpaling dari dosa dan bertobat. Pertobatan membutuhkan perubahan hati—hasrat tulus untuk mengikuti Yesus Kristus. Melalui pembaptisan dengan air dan pengukuhan Roh Kudus, tubuh dan jiwa kita dapat dibersihkan dan dikuduskan. Dengan membuat perjanjian-perjanjian sakral ini, kita membangun hubungan yang langsung dan pribadi dengan Juruselamat kita.
“tidak juga dapat kekotoran atau apa pun yang tidak bersih diterima ke dalam kerajaan Allah.”
Alma 7:21
Sewaktu kita menaati perintah-perintah yang telah kita janjikan untuk patuhi, hubungan perjanjian ini melindungi dan memperkuat kita. Namun kehidupan penuh dengan cobaan dan godaan, dan terkadang kita gagal. Ketika kita melakukan kesalahan, Pendamaian tak terbatas Juruselamat menyediakan jalan untuk kembali. Dalam Yohanes 6, Yesus memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan kecil, dengan makanan berlebih setelah semua orang kenyang. Mukjizat ini mengilustrasikan bahwa kuasa Pendamaian-Nya tidak dibatasi oleh batasan-batasan duniawi—itu tidak terbatas. Yesus kemudian mengajarkan, “Siapa saja yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab, daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan darah-Ku benar-benar minuman. Siapa saja yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam Dia” (Yohanes 6:54–56). Firman-Nya menyatakan dengan gamblang bahwa melalui pengurbanan-Nya, semua dapat menerima pengampunan, penyembuhan, pembaruan rohani, dan mengatasi kematian! Sewaktu kita mengambil bagian dalam sakramen setiap minggu, kita dipersucikan kembali dan semakin dekat kepada Yesus Kristus. Dengan tetap berada di jalan perjanjian, kita dapat terus-menerus mengakses kuasa Pendamaian-Nya.
Karena kita memiliki akses pada kuasa kudus semacam itu, kita juga bertanggung jawab untuk menggunakannya untuk memberkati orang lain. Yesus mengajarkan dalam Matius 16:19 bahwa Dia akan memberikan kunci kerajaan surga, dengan kuasa untuk mengikat/melepaskan di bumi dan di surga. Melalui berkat-berkat imamat, tata cara-tata cara bait suci, dan pekerjaan sakral bagi yang hidup dan yang telah meninggal, kita membantu membawa jiwa-jiwa lebih dekat kepada Allah. Tata cara-tata cara ini memperkenankan kita untuk mengalami kuasa Pendamaian Yesus Kristus dengan cara yang lebih dalam dan lebih bermakna. Kita hendaknya memberikan kesaksian kita kepada orang lain tentang kuasa sakral ini. Jika kita datang kepada Juruselamat, tidak peduli apa yang telah kita lakukan, tidak peduli betapa berat beban yang kita tanggung, dan tidak peduli berapa kali kita telah terjatuh, kuasa pendamaian Yesus Kristus dapat menyelamatkan kita semua.
Mengakses kuasa Pendamaian Yesus Kristus merupakan berkat luar biasa dari surga yang menuntun pada kekekalan. Itu ditemukan melalui iman, pertobatan, perjanjian-perjanjian sakral, dan pembaruan berkelanjutan melalui tata cara. Sewaktu kita mengikuti Kristus dan membantu orang lain melakukan yang sama, kuasa-Nya yang tak terbatas menyembuhkan kita, memperkuat kita, dan menuntun kita kembali kepada Bapa Surgawi kita. Kita akan mengalami kebahagiaan tertinggi bersama anggota keluarga terkasih kita selama-lamanya■