Pesan Kepemimpinan Area Asia (Agustus 2026)

Kekuatan Angkatan Muda

Sister Janjira Sirisarn
Sister Janjira Sirisarn Pembimbing Organisasi Area

Saya masih sangat muda ketika saya mulai mencari tujuan kehidupan. Pencarian itu dimulai setelah ibu saya meninggal dunia. Saya memikul pertanyaan yang terasa lebih berat daripada usia saya—apakah kematian adalah akhir, atau adakah sesuatu yang lebih dari itu?

Saya dituntun ke Gereja pada usia 13 tahun dan dibaptiskan setahun kemudian, setelah doa yang tulus memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pencarian‑jiwa saya dan memastikan kepada saya akan kebenaran Gereja serta kenyataan adanya Bapa Surgawi dan Yesus Kristus. Kesaksian sakral dan pribadi ini telah dihargai sebagai pengalaman “Hutan Sakral” saya sendiri, landasan dari kesaksian saya.[1]

Penatua Quentin L. Cook dari Kuorum Dua Belas Rasul telah mengajarkan bahwa kita menerima kekuatan melalui iman kita kepada Kristus.[2] Tumbuh besar tanpa banyak kemewahan duniawi, Injil Yesus Kristus menjadi kekuatan saya, identitas saya, dan tujuan saya, dan saya menyadari bahwa saya tidak kekurangan suatu apa pun. Mengingat kembali, saya melihat bagaimana pengalaman-pengalaman rohani awal itu menjadi bagian dari landasan iman saya, mempersiapkan saya untuk kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar, serta berkat-berkat terjanjikan yang datang dari mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya yang besar. Saya melihat kekuatan tenang yang sama itu muncul berulang-ulang dalam kehidupan remaja kita yang gagah berani. Meski keadaan mereka mungkin beragam, kekuatan mereka berakar pada sumber yang sama—Juruselamat kita Yesus Kristus.

 


“Anda benar-benar berada di antara para roh pilihan Bapa Surgawi, yang diutus ke bumi pada saat ini untuk melakukan hal-hal yang penting.”

Untuk Kekuatan Remaja: Penuntun untuk Membuat Pilihan (2022), 2.
temple

Kekuatan Berakar dalam Iman, di Mana Pun Ditanam

Bashala “Bobby” Kasendo dan tiga saudara kandungnya adalah teladan kuat dari kekuatan yang berakar dalam iman kepada Yesus Kristus. Mereka pindah ke Tailan dari Kongo ketika mereka masih muda. “Iman kita kepada Yesus Kristus haruslah lebih dari sesuatu yang kita warisi. Itu harus menjadi sesuatu yang kita dapatkan untuk diri kita sendiri,” tutur Bobby. Setia, dapat diandalkan, dan terhubung dengan Kristus, keempat bersaudara Kasendo telah menjadi remaja dan teman terkasih dalam komunitas Gereja di Tailan.

Bobby merenungkan bahwa “mengamalkan Injil di mana hanya sedikit orang di sekitar kami yang memiliki keyakinan yang sama telah memperdalam hubungan kami dengan Yesus Kristus,” dan bahwa doa menjadi lebih dari sekadar rutinitas—itu menjadi saluran bantuan. Dia juga membagikan bahwa tinggal di antara tetangga yang beragama Buddha telah mengajarkan kepada keluarganya kerendahhatian, kesabaran, dan respek bagi semua anak Allah. “Tidak masalah di mana kita tinggal,” Bobby menjelaskan, “Bapa Surgawi memperhatikan kita, dan dengan setia memilih jalan-Nya, kita dapat menjadi alat dalam tangan-Nya, membawa terang dan kasih kepada dunia di sekitar kita.”

Kakak beradik ini mencontohkannya melalui kehidupan mereka. Veronica melayani misinya di Liberia; Bobby baru saja kembali dari misinya di Brasil; Elizabeth saat ini melayani di Gana; dan Bona terus memperkuat imannya di Tailan.

Kehidupan mereka mencerminkan bagaimana angkatan muda menjalani kehidupan sesuai tujuan Tuhan. Seperti yang diungkapkan Bobby, “Menjadi bagian dari angkatan muda berarti mengetahui bahwa kita adalah anak-anak dari Bapa Surgawi, yang telah dipersiapkan untuk masa ini guna membantu membangun Kerajaan-Nya.”

Kekuatan Angkatan Muda

Kekuatan yang Lahir dari Keinsafan

Dua saudara kandung di Phuket, Tailan menunjukkan bagaimana kekuatan angkatan muda sering dibentuk melalui keinsafan. Bpinyada dan adik lelakinya, Punnawich Sanguanpongsanukool, dibaptiskan sekitar setahun yang lalu. Segera setelah itu, ibu mereka yang berbakti, Butharika, bergabung dengan mereka. Iman mereka tumbuh melalui kehilangan, termasuk meninggalnya ayah mereka, namun mereka menemukan penghiburan dalam kebenaran bahwa keluarga dapat bersama selamanya. Bpinyada menjelaskan, “Sewaktu kami mempelajari Injil, kami merasakan kedamaian dan keamanan dalam memiliki Bapa Surgawi dan Yesus Kristus sebagai tempat perlindungan kami”—sebuah kesaksian yang menggemakan pengalaman awal saya sendiri dengan Gereja.

Melayani di Pratama, Bpinyada membagikan bagaimana dia dan ibunya, Buntharika—yang melayani di Lembaga Pertolongan—menemukan tujuan dalam berkontribusi pada cabang mereka yang kecil namun beragam di Phuket. “Melalui peran serta yang konsisten dalam kegiatan Gereja, mengajar anak-anak kecil di Pratama, dan berusaha untuk mengamalkan ajaran-ajaran Yesus Kristus, saya merasa bersyukur telah berkontribusi dan membantu memperkuat cabang,” dia menjelaskan.

Baginya, menjadi bagian dari “angkatan muda yang kuat berarti memilih, dengan sepenuh hati, untuk mengikuti ajaran Yesus Kristus—bahkan di dunia yang dipenuhi dengan banyak godaan.” Itu juga berarti hidup dengan hasrat “untuk menjadi terang bagi mereka yang ada di sekitar kita melalui pelayanan dan dengan menolong mendatangkan sukacita bagi orang lain, sama seperti Yesus Kristus adalah terang bagi semua anak Bapa Surgawi.”

Para pemimpin Gereja telah menyatakan, “Anda benar-benar berada di antara para roh pilihan Bapa Surgawi, yang diutus ke bumi pada saat ini untuk melakukan hal-hal yang penting.”[3] Ini terasa sangat pribadi bagi saya. Sewaktu saya memikirkan kaum muda yang luar biasa ini, saya merasakan kepercayaan Tuhan yang mendalam pada kekuatan angkatan muda—kekuatan yang tumbuh melalui iman kepada Yesus Kristus.

 


[1] Lihat Kevin G. Brown, “Karunia Kekal Kesaksian,” Liahona, November 2025, 36–38.

[2] Lihat Quentin L. Cook, “Landasan Iman,” Ensign atau Liahona, Mei 2017, 127–132); lihat juga Alma 14:26.

[3] Untuk Kekuatan Remaja: Penuntun untuk Membuat Pilihan (2022), 2.