Pemberian pelayanan Yesus Kristus di bumi adalah model pemberian pelayanan yang paling murni. Kita belajar bahwa Dia “berjalan berkeliling sambil berbuat baik,” memperhatikan yang tidak teperhatikan, mengangkat yang lelah, dan menyembuhkan yang hancur. Dia berhenti sejenak untuk wanita yang menyentuh jubah-Nya dalam iman dan keputusasaan, bahkan ketika dikelilingi oleh kerumunan orang. Dia berbicara dengan keibaan kepada perempuan Samaria di dekat sumur, menawarkan air hidup dan martabatnya. Dia menangis bersama Maria dan Marta sebelum membangkitkan Lazarus, memperlihatkan bahwa memberikan pelayanan mencakup berduka nestapa bersama mereka yang berduka nestapa.
Presiden Russell M. Nelson mengajarkan bahwa pemberian pelayanan dimaksudkan untuk mencerminkan semangat yang sama yaitu saling mengasihi, mengangkat, dan melayani; itu bukan sesuatu yang kita lakukan untuk menyelesaikan tugas, tetapi cara yang lebih luhur untuk menjadi—mencari ilham, bertindak dengan kasih, dan menanggapi kebutuhan nyata. Alih-alih bertanya, “Apakah saya telah menyelesaikan kunjungan saya?” kita hendaknya bertanya, “Apakah saya sudah membantu memenuhi kebutuhan? Apakah saya sudah mengangkat beban? Apakah saya sudah mengikuti Roh?” Itu berarti mengamati lebih daripada berbicara dan melayani lebih daripada sekadar melaporkan. Itu adalah sesuatu yang memberdayakan kita, pria dan wanita biasa, untuk membuat perbedaan yang luar biasa dalam kehidupan kita bersama sebagai anak-anak Allah. Perubahan ini mengundang kreativitas yang terilhami.
Kita mungkin khawatir bahwa bentuk pemberian pelayanan ini membutuhkan tindakan besar atau upaya besar, tetapi pola Tuhan jelas: “Melalui apa yang kecil dan sederhana apa yang besar didatangkan.” Doa yang khusyuk, pesan yang tulus, tindakan pelayanan yang tenang, atau momen mendengarkan dapat menjadi ungkapan kuat kepedulian seperti Kristus. Tidak ada satu cara yang benar untuk memberikan pelayanan. Itu biasanya dimulai dengan dorongan atau pengamatan yang tenang—kesan untuk mengirimkan pesan, berkunjung, atau menawarkan bantuan. Apa yang penting adalah kita bertindak cepat dengan kasih dan kepekaan rohani.
“Melalui apa yang kecil dan sederhana apa yang besar didatangkan.”
Alma 37:6
Suatu malam, saya merasakan bisikan yang kuat untuk menjangkau pasangan yang telah ditugaskan kepada istri saya dan saya untuk diberikan pelayanan. Ketika saya menelepon, menjadi jelas mengapa perasaan itu datang. Mereka telah menghadapi minggu yang sangat sulit. Sang suami telah mengalami rasa sakit dan kelemahan yang berkelanjutan di lengan dan kaki kirinya, membuat tugas sehari-hari yang sederhana menjadi menantang. Mereka sangat prihatin, namun situasi mereka telah memaksa mereka untuk menunda upaya perawatan medis. Saya segera membuat rencana untuk menemui mereka pagi berikutnya dan pergi bersama mereka ke klinik agar dia dapat menerima perawatan yang dia butuhkan. Saya dapat merasakan kelegaan dalam suara mereka sewaktu panggilan berakhir, dan saya merasakan syukur yang mendalam atas dorongan Roh. Kami menghabiskan separuh hari berikutnya di dua pusat medis yang berbeda untuk mendapatkan pengobatan dan obat-obatan yang sang suami perlukan, dan saya pergi dengan rasa syukur bahwa Tuhan telah mengizinkan saya untuk membantu pada saat ada kebutuhan nyata.
Salah satu kebenaran indah dari pemberian pelayanan adalah bahwa itu mengubah hati di kedua sisi. Ketika kita melayani, kita bertumbuh dan mendekat kepada Juruselamat. Ketika kita mengangkat orang lain, kita juga diangkat dan lebih selaras dengan bisikan-bisikan Roh. Ketika kita melayani, kita menjadi tangan-Nya, suara-Nya, dan kehadiran-Nya dalam kehidupan orang lain. Itu adalah salah satu cara Tuhan untuk memastikan bahwa tidak seorang pun dilupakan, tidak seorang pun ditinggalkan untuk bergumul sendirian, dan tidak seorang pun berada di luar jangkauan kasih seperti Kristus.
Singkatnya, pemberian pelayanan berarti mengamati, mengangkat, mendengarkan, dan melayani. Itu adalah untuk bertindak dengan niat dan rasa iba, untuk mengikuti Roh, dan untuk secara diam-diam membuat perbedaan—satu orang, satu saat, satu tindakan terilhami setiap saat. Itu adalah tanggung jawab perjanjian dan kesempatan sakral.
Presiden Nelson berjanji bahwa sewaktu kita merangkul pendekatan yang lebih kudus ini, kita akan mengalami peningkatan sukacita dan kuasa rohani. Pemberian pelayanan membuka pintu bagi surga untuk bekerja melalui kita—dan sering kali, surga bekerja pada kita dalam prosesnya■
- Kisah Para Rasul 10:38.
- Lihat Markus 5:25–34.
- Lihat Yohanes 4:5–26.
- Lihat Yohanes 11:33–35.
- Lihat Russell M. Nelson, “Melayani dengan Kuasa dan Wewenang dari Allah,” Ensign atau Liahona, Mei 2018, 68–70, 75.
- Lihat Jeffrey R. Holland, “Berada Bersama dan Menguatkan Mereka,” Ensign atau Liahona, Mei 2018, 102.
- Lihat Jean B. Bingham, “Melayani Sebagaimana Juruselamat Melakukannya,” Ensign atau Liahona, Mei 2018, 104.
- Alma 37:6.
- Lihat Russell M. Nelson, “Melayani dengan Kuasa dan Wewenang dari Allah,” 68–69.