Saya lahir dari orang tua yang baik setelah berakhirnya rezim Khmer Merah. Orang tua saya selamat dari rezim itu. Mereka banyak berkurban untuk membesarkan lima anak. Setelah saya lulus dari SMA sekitar satu tahun, keluarga saya bertemu para misionaris dan bergabung dengan Gereja bersama-sama. Adalah sulit bagi kami untuk berpindah agama, namun kami melakukannya. Setelah kami menjadi anggota Gereja selama beberapa tahun, Penatua Oaks datang mengunjungi para anggota di Kamboja. Dia berbagi pengalaman yang mengubah kehidupan kami. Dia mengatakan, ketika dia masih muda dia bertanya kepada ibunya tentang Hukum Persepuluhan. Dia bertanya, “Ibu, kita sangat miskin. Mengapa kita perlu membayar persepuluhan?” Ibunya menjawab, “Nak, karena kita miskin, itulah sebabnya kita harus membayar persepuluhan.” Kami mengikuti ajarannya. Itu sangat memberkati kehidupan kami.
Memiliki nabi yang hidup adalah bukti kasih Allah bagi kita. Nabi adalah hamba Allah. Dia dipanggil oleh Allah untuk memimpin Gereja dan untuk menerima wahyu yang membimbing semua orang di jalan yang benar. Nabi adalah juru bicara di bumi, memberi arahan yang diilhami, bersaksi tentang Yesus Kristus, dan membimbing orang-orang memintasi tantangan-tantangan modern.
Saya menyukai semua ajaran para Nabi; saya selalu menghargainya sebagai firman dari Allah. “Sungguh, Tuhan Allah tidak melakukan sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.”1
“Mengikuti Kristus bukanlah suatu praktik yang kasual atau sesekali. Itu adalah komitmen berkelanjutan dan cara hidup yang hendaknya menuntun kita di setiap waktu dan di segala tempat. Ajaran dan teladan-Nya mendefinisikan jalan bagi setiap murid Yesus Kristus. Semua diundang ke jalan ini.”
Presiden Dalin H. Oaks
Dalam Konferensi Umum baru-baru ini, Presiden Dalin H. Oaks telah mengajarkan bahwa, “Sungguh, Yesus Kristus adalah jalan menuju kedamaian di dunia ini dan kehidupan kekal di dunia yang akan datang. Dia mengenal dan mengasihi kita masing-masing secara sempurna dan mengundang kita untuk berjalan bersama-Nya, tinggal di dalam Dia, dan mengikuti teladan-Nya dalam memberikan pelayanan kepada orang lain satu demi satu dalam kasih amal serta kasih … memandang kepada Allah dan hidup.”2
Dan pada bulan Oktober 2024, dia juga memberi nasihat yang baik, “Mengikuti Kristus bukanlah suatu praktik yang kasual atau sesekali. Itu adalah komitmen berkelanjutan dan cara hidup yang hendaknya menuntun kita di setiap waktu dan di segala tempat. Ajaran dan teladan-Nya mendefinisikan jalan bagi setiap murid Yesus Kristus. Semua diundang ke jalan ini.”3
Betapa saya bersyukur atas perkataannya! Saya terilhami dan terdorong untuk maju terus. Saya menggunakan iman saya untuk melawan rasa takut dan keraguan. Dan saya merasakan kedamaian, ketenangan, penghiburan, serta kepastian. Saya dapat menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kehidupan. Saya bersyukur atas ajaran-ajaran nabi yang telah membantu saya datang lebih dekat kepada Yesus Kristus.
“Suara nabi, ketika diucapkan dengan lembut, akan sering menjadi suara yang meminta kita untuk berubah, untuk bertobat, dan kembali kepada Tuhan. Ketika perbaikan diperlukan, janganlah menunda. Dan jangan cemas ketika suara peringatan nabi menentang opini populer zaman sekarang.”4
Saya tahu dengan segenap hati dan jiwa saya bahwa Allah hidup dan mengasihi kita secara tak terbatas. Yesus Kristus adalah Juruselamat dan Penebus kita. Pendamaian Yesus Kristus adalah nyata dan memungkinkan segalanya bagi kita untuk hidup bersama Allah lagi. Kita memiliki para nabi yang hidup, sebagai nabi, pelihat, dan pewahyu, untuk memimpin kita dewasa ini. Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir adalah Gereja Allah yang sejati. Yesus Kristus memimpin Gereja-Nya melalui para nabi-Nya. Saya menyampaikan kesaksian ini dalam nama sakral Yesus Kristus. Amin.
Catatan:
- Lihat Amos 3:7.
- Presiden Dalin H. Oaks, “Kata Penutup,” Konferensi Umum April 2026.
- Dallin H. Oaks, “Mengikuti Kristus,” Liahona, November 2024, 2
- Penatua Neil L. Andersen, “Nabi Allah,” Konferensi Umum April 2018.